Beranda / Haba Porang / Harga Porang di Bumi Pajo Naik Drastis, Persaingan Pembeli dan Minimnya Stok Jadi Pemicu

Harga Porang di Bumi Pajo Naik Drastis, Persaingan Pembeli dan Minimnya Stok Jadi Pemicu

Bumi Pajo – Harga umbi porang di wilayah Desa Bumi Pajo, Kabupaten Bima, mengalami kenaikan dibandingkan musim panen tahun lalu. Kenaikan tersebut disambut positif oleh para petani karena memberikan harapan baru terhadap peningkatan pendapatan dari komoditas yang kini semakin diminati oleh berbagai perusahaan pengolahan porang.

Saat ini, harga umbi porang produksi di tingkat petani telah mencapai Rp11.000 per kilogram, naik dari kisaran Rp10.000 per kilogram pada musim panen tahun sebelumnya. Meskipun secara nominal kenaikannya sebesar Rp1.000 per kilogram, bagi petani yang memanen dalam jumlah besar, selisih tersebut memberikan tambahan pendapatan yang cukup signifikan.

Menurut Ketua Kelompok Tani Porang Bumi Pajo, Sugiyanto, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah semakin ketatnya persaingan antar pembeli yang berlomba mendapatkan pasokan umbi porang berkualitas dari petani. Meningkatnya kebutuhan bahan baku industri membuat perusahaan maupun pengepul aktif mencari porang langsung dari sentra produksi, termasuk di Desa Bumi Pajo.

Selain persaingan pembeli, faktor lain yang turut mendorong kenaikan harga adalah terbatasnya stok porang yang tersedia. Produksi porang di wilayah Desa Bumi Pajo, bahkan secara umum di Kabupaten Bima, belum mampu memenuhi tingginya permintaan pasar. Kondisi tersebut membuat nilai jual porang terus menguat karena hukum permintaan dan penawaran.

Sugiyanto menjelaskan bahwa anggota Kelompok Tani Porang Bumi Pajo (KTP Bumi Pajo) berada pada posisi yang lebih menguntungkan karena selama dua tahun terakhir telah menjalin kemitraan dengan Pabrik Porang SPR di Lombok. Kemitraan tersebut memberikan kepastian pasar sekaligus membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan antara petani dan pihak industri.

Hubungan kemitraan itu semakin kuat setelah pemilik Pabrik Porang SPR, Dhian Rahadian, datang langsung ke Desa Bumi Pajo pada tahun 2025. Kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah karena beliau bertatap muka dengan seluruh anggota kelompok tani sekaligus melakukan penimbangan perdana hasil panen porang Bumi Pajo. Kehadiran pemilik pabrik secara langsung menjadi bukti nyata kepercayaan terhadap kualitas porang yang dihasilkan petani Desa Bumi Pajo.

“Kami bersyukur karena kemitraan yang telah dibangun sejak dua tahun lalu terus memberikan manfaat bagi anggota kelompok. Dengan naiknya harga porang tahun ini, kami berharap para petani semakin semangat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat,” ujar Sugiyanto, Ketua Kelompok Tani Porang Bumi Pajo.

Dengan meningkatnya harga, terbukanya persaingan pembeli, serta terjalinnya kemitraan yang kuat dengan Pabrik Porang SPR, prospek usaha porang di Desa Bumi Pajo dinilai semakin menjanjikan. Sugiyanto optimistis porang akan menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat perekonomian desa, sekaligus mengangkat nama Kabupaten Bima sebagai sentra produksi porang

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *