Beranda / Haba Porang / Hasil Penjualan Porang Antar Anggota KTP-Bumi Pajo Menuju Tanah Suci, Bukti Komoditas Baru Penopang Ibadah Umrah

Hasil Penjualan Porang Antar Anggota KTP-Bumi Pajo Menuju Tanah Suci, Bukti Komoditas Baru Penopang Ibadah Umrah

BIMA, porangbumipajo.com – Tanaman porang kembali membuktikan nilai ekonominya bagi masyarakat pedesaan. Tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, hasil budidaya porang kini juga mampu membantu mewujudkan impian besar para petani. Salah satunya dirasakan oleh anggota Kelompok Tani Porang Bumi Pajo (KTP-Bumi Pajo), H. Ridwan dan istrinya Hj. Siti Kalsom, yang memanfaatkan hasil penjualan porang tahun 2026 untuk menambah biaya perjalanan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Keberangkatan pasangan suami istri asal Desa Bumi Pajo tersebut merupakan hasil ikhtiar bersama keluarga. Empat orang anak mereka bergotong royong membantu membiayai perjalanan umrah kedua orang tuanya. Di sisi lain, hasil penjualan porang senilai Rp19.550.000 menjadi tambahan dana yang sangat berarti sehingga seluruh kebutuhan keberangkatan dapat dipenuhi. Bagi keluarga H. Ridwan, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa tanaman porang bukan lagi sekadar komoditas alternatif, melainkan aset produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi nyata.

“Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT. Keberangkatan umrah ini memang merupakan hasil kebersamaan keluarga karena keempat anak kami ikut membantu. Namun, hasil penjualan porang sebesar Rp19.550.000 juga kami gunakan untuk menambah biaya perjalanan. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena tanaman yang kami rawat selama ini akhirnya dapat membantu mewujudkan niat beribadah ke Tanah Suci,” tutur H. Ridwan.

Menurut H. Ridwan, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya anggota KTP-Bumi Pajo, agar semakin serius mengembangkan budidaya porang. Selama ini sebagian besar petani masih mengandalkan hasil panen jagung sebagai sumber utama penghasilan. Padahal, porang memiliki prospek yang tidak kalah menjanjikan, terutama apabila ditanam dalam jumlah bibit yang lebih banyak dan dikelola secara berkelanjutan.

Halaman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *