Beranda / Profil Anggota Kelompok / H. Abdul Haris: Mengabdi untuk Desa, Menanam Harapan Bersama Porang

H. Abdul Haris: Mengabdi untuk Desa, Menanam Harapan Bersama Porang

Di tengah semangat membangun Desa Bumi Pajo yang terus tumbuh, sosok H. Abdul Haris dikenal sebagai pribadi yang mengabdikan hidupnya untuk masyarakat sekaligus mengembangkan sektor pertanian. Lahir pada 31 Desember 1973, beliau merupakan figur yang memadukan pengalaman, dedikasi, dan semangat belajar. Bagi H. Abdul Haris, menjadi petani bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi keluarga dan masyarakat.

Dalam kehidupan keluarga, H. Abdul Haris menjalani rumah tangga yang harmonis bersama Rohana binti Yusuf. Dari keluarga yang dibangunnya lahirlah generasi penerus yang kini telah menghadirkan tiga orang cucu. Kehadiran cucu-cucu tersebut menjadi sumber kebahagiaan sekaligus penyemangat untuk terus bekerja keras, agar kelak mereka dapat menikmati hasil dari perjuangan yang ditanam hari ini.

Selain dikenal sebagai petani, H. Abdul Haris juga dipercaya masyarakat sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bumi Pajo. Amanah tersebut dijalankannya dengan penuh tanggung jawab. Baginya, membangun desa tidak hanya dilakukan melalui kebijakan dan musyawarah, tetapi juga melalui contoh nyata dalam mengembangkan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Ketertarikannya terhadap budidaya porang berawal dari keyakinannya bahwa komoditas ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Melihat permintaan pasar yang terus meningkat serta nilai ekonomi porang yang semakin baik, H. Abdul Haris memutuskan untuk ikut bergabung sebagai anggota Kelompok Tani Porang Bumi Pajo (KTP-Bumi Pajo). Ia percaya bahwa petani yang mampu membaca peluang akan lebih siap menghadapi perubahan zaman.

Saat ini, H. Abdul Haris mengelola lahan pertanian seluas sekitar satu hektare. Dari luas tersebut, kurang lebih 30 persen telah ditanami porang sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha taninya. Menurutnya, menanam porang merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan manajemen yang baik. Ia optimistis bahwa hasil yang diperoleh akan sebanding dengan proses yang dijalani.

Bergabung dalam KTP-Bumi Pajo juga membuka banyak kesempatan baginya untuk terus belajar. Melalui kelompok tani, ia memperoleh berbagai pengetahuan mengenai teknik budidaya, pemeliharaan tanaman, hingga strategi pemasaran hasil panen. Semangat saling berbagi pengalaman antaranggota semakin menguatkan keyakinannya bahwa keberhasilan petani akan lebih mudah diraih melalui kerja sama daripada berjalan sendiri-sendiri.

Sebagai tokoh masyarakat, H. Abdul Haris selalu mendorong warga agar tidak ragu mencoba komoditas pertanian yang memiliki nilai tambah tinggi. Ia meyakini bahwa kemajuan desa dapat dimulai dari meningkatnya kesejahteraan para petani. Oleh karena itu, ia terus memberikan motivasi kepada generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang modern, menjanjikan, dan mampu memberikan kehidupan yang layak apabila dikelola dengan sungguh-sungguh.

Perjalanan H. Abdul Haris menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dengan semangat membangun ekonomi keluarga. Dengan keteguhan hati, pengalaman hidup, dan keyakinannya terhadap masa depan porang, ia terus menanam bukan hanya umbi di atas lahan, tetapi juga harapan bagi generasi berikutnya. Sosoknya menjadi inspirasi bahwa kesuksesan lahir dari keberanian melihat peluang, kemauan untuk terus belajar, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *