Di sela-sela pengabdiannya sebagai aparat Desa Bumi Pajo, A. Majid Supardin tetap menyisihkan waktu untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber penghasilan tambahan. Baginya, bertani bukan hanya sekadar pekerjaan sampingan, tetapi juga merupakan bentuk investasi jangka panjang yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Lahir pada tahun 1966, A. Majid Supardin dikenal sebagai sosok yang disiplin, sederhana, dan memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan desa. Pengalaman bertahun-tahun sebagai aparat desa membuatnya memahami bahwa kemajuan masyarakat tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan warga dalam mengembangkan potensi ekonomi melalui sektor pertanian.
Kesadaran tersebut mendorongnya bergabung dengan Kelompok Tani Porang Bumi Pajo (KTP-Bumi Pajo). Ia melihat tanaman porang sebagai komoditas unggulan yang memiliki prospek cerah di pasar nasional maupun internasional. Dengan pendampingan kelompok serta semakin terbukanya akses pasar, ia semakin yakin bahwa porang dapat menjadi salah satu penopang kesejahteraan keluarga petani.
Saat ini A. Majid Supardin memiliki lahan pertanian seluas lebih dari satu hektare yang dipersiapkan untuk budidaya porang. Meskipun baru sekitar 10 persen dari total luas lahan yang telah ditanami, ia telah menyusun rencana pengembangan secara bertahap agar seluruh lahan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kemampuan dan ketersediaan bibit.
Menurutnya, pengelolaan usaha tani yang baik tidak harus dilakukan secara tergesa-gesa. Ia memilih mengembangkan kebun porang sedikit demi sedikit dengan tetap memperhatikan kualitas tanaman, perawatan, serta kesiapan modal. Pendekatan ini diyakininya mampu menghasilkan kebun yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Di lingkungan keluarga, A. Majid Supardin merupakan seorang kakek yang telah dikaruniai dua orang cucu. Kehadiran cucu-cucu menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus bekerja dan membangun aset produktif. Ia berharap hasil dari budidaya porang nantinya dapat menjadi warisan ekonomi yang bermanfaat bagi generasi berikutnya.
Sebagai aparat desa sekaligus petani, A. Majid Supardin percaya bahwa kemajuan sektor pertanian memerlukan kolaborasi, kepercayaan, dan semangat kebersamaan. Karena itu, ia aktif mendukung berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Porang Bumi Pajo, mulai dari diskusi teknis, berbagi pengalaman, hingga memperkuat jaringan antarpetani.
Bagi A. Majid Supardin, porang bukan sekadar tanaman bernilai ekonomi tinggi, melainkan simbol perubahan pola pikir masyarakat menuju pertanian yang lebih modern, produktif, dan berorientasi pasar. Ia optimistis bahwa Desa Bumi Pajo memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra porang yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Melalui ketekunan, pengalaman, dan semangat belajar yang terus dijaga, A. Majid Supardin membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk memulai peluang baru. Bersama Kelompok Tani Porang Bumi Pajo (KTP-Bumi Pajo), ia terus melangkah mengembangkan budidaya porang sebagai investasi masa depan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menginspirasi masyarakat Desa Bumi Pajo untuk terus maju melalui sektor pertanian.
Halaman: 1 2

H. Abdul Haris: Mengabdi untuk Desa, Menanam Harapan Bersama Porang
Biografi Aswad, ASN PPPK SMPN 3 Donggo yang Sukses Menekuni Budidaya Porang










