Di tengah kesibukannya sebagai tenaga administrasi berstatus ASN PPPK PW di SMPN 3 Donggo, Aswad tetap membuktikan bahwa semangat untuk berkembang tidak pernah mengenal batas profesi. Pria yang dikenal tekun dan pekerja keras ini memilih bergabung sebagai anggota Kelompok Tani Porang Bumi Pajo (KTP-Bumi Pajo) dengan menjadikan budidaya porang sebagai salah satu sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan di masa depan.
Keputusan Aswad menanam porang bukanlah tanpa pertimbangan. Setelah mencermati perkembangan komoditas porang dalam beberapa tahun terakhir, ia melihat peluang ekonomi yang sangat baik. Menurutnya, tanaman porang memiliki pola budidaya yang relatif fleksibel sehingga dapat dijalankan tanpa mengganggu aktivitas utamanya sebagai aparatur sipil negara maupun kegiatan bertani jagung yang telah lama menjadi rutinitasnya.
Selain bekerja di lingkungan pendidikan, Aswad memang memiliki kecintaan terhadap dunia pertanian dan peternakan. Hobi berkebun serta beternak telah menjadi bagian dari kesehariannya sejak lama. Kegemarannya tersebut membuatnya mudah beradaptasi dengan teknik budidaya porang, sekaligus semakin yakin bahwa sektor pertanian masih menjadi investasi yang menjanjikan apabila dikelola dengan kesabaran dan pengetahuan yang baik.
Dalam kehidupan keluarga, Aswad hidup harmonis bersama istrinya, Kartini. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai seorang anak yang kini telah berkeluarga, sehingga Aswad telah menikmati peran baru sebagai seorang kakek dengan satu orang cucu. Kehadiran keluarga menjadi sumber semangat utama baginya untuk terus bekerja, berusaha, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Perjalanan hidup Aswad juga diwarnai pengalaman panjang sebagai perantau. Selama puluhan tahun ia bekerja di Jakarta, menimba pengalaman dan membangun karakter sebagai pribadi yang mandiri serta disiplin. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga ketika akhirnya memutuskan kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan diri dan membangun daerah tempat ia dilahirkan.
Sekembalinya ke Desa Bumi Pajo, Aswad aktif berkontribusi dalam kehidupan masyarakat. Ia pernah dipercaya menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bumi Pajo dan menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Namun pada tahun 2026, ia memilih mengundurkan diri dari jabatan tersebut setelah resmi dilantik sebagai ASN PPPK PW, sebuah langkah yang menandai babak baru dalam pengabdiannya di bidang pendidikan.
Sebagai anggota KTP-Bumi Pajo, Aswad percaya bahwa porang bukan sekadar tanaman bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Ia optimistis bahwa melalui kerja sama dalam kelompok tani, akses terhadap informasi, pendampingan, dan pemasaran akan semakin kuat sehingga budidaya porang dapat berkembang secara berkelanjutan di Desa Bumi Pajo.
Bagi Aswad, bekerja sebagai ASN, bertani jagung, beternak, dan membudidayakan porang bukanlah pilihan yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. Dengan disiplin, ketekunan, dan semangat belajar, ia ingin membuktikan bahwa siapa pun dapat membangun sumber penghasilan tambahan tanpa meninggalkan tanggung jawab utama. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bahwa pengalaman, pengabdian, dan keberanian mencoba hal baru merupakan modal penting untuk meraih masa depan yang lebih sejahtera bersama Kelompok Tani Porang Bumi Pajo.
Halaman: 1 2

A. Majid Supardin, Sosok Aparat Desa yang Percaya pada Potensi Besar Tanaman Porang
Porang Jadi Primadona Baru Masyarakat Desa Bumi Pajo, Investasi Pertanian Masa Depan yang Menjanjikan










