Di tengah semangat kebangkitan sektor pertanian di Desa Bumi Pajo, nama Mansyur M. Saleh menjadi sosok yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan budidaya tanaman porang. Pria kelahiran 1962 ini dikenal sebagai salah satu perintis tanaman porang di Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Berbekal pengalaman hidup, ketekunan, dan keberanian mencoba komoditas baru, beliau membuka jalan bagi banyak petani untuk mengenal dan membudidayakan porang sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.
Sebelum menekuni dunia pertanian porang, Mansyur M. Saleh mengabdikan dirinya sebagai Aparat Desa hingga memasuki masa pensiun. Pengalaman panjang dalam melayani masyarakat membentuk karakter beliau sebagai pribadi yang disiplin, sederhana, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan desa. Setelah purna tugas, beliau memilih tetap berkarya melalui sektor pertanian dengan mengembangkan komoditas yang memiliki prospek ekonomi tinggi.
Pada tahun 2021, Mansyur M. Saleh bersama sejumlah petani lain mulai serius membudidayakan tanaman porang. Saat itu, porang masih menjadi tanaman yang belum banyak dikenal masyarakat Desa Bumi Pajo. Meski demikian, beliau percaya bahwa setiap usaha yang ditekuni dengan kesabaran akan memberikan hasil yang baik di masa depan. Keyakinan itulah yang mendorongnya tetap konsisten merawat tanaman porang sejak awal.
Perjalanan membangun usaha porang tentu tidak selalu mudah. Di tahun-tahun awal, beliau harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan informasi mengenai teknik budidaya, proses perawatan, hingga fluktuasi harga jual. Namun, beliau tidak pernah menjadikan tantangan tersebut sebagai alasan untuk berhenti. Sebaliknya, pengalaman itu dijadikan sebagai pelajaran berharga untuk terus meningkatkan kualitas budidaya porang.
Kesabaran tersebut mulai membuahkan hasil ketika panen pertama berhasil dipasarkan pada tahun 2023 dengan harga sekitar Rp1.500 per kilogram. Walaupun nilainya masih relatif rendah, Mansyur M. Saleh tetap optimistis bahwa komoditas porang memiliki masa depan cerah. Optimisme itu terbukti ketika harga porang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2024, harga porang naik menjadi sekitar Rp3.500 per kilogram. Kenaikan tersebut semakin memperkuat keyakinan beliau bahwa porang merupakan investasi pertanian jangka panjang yang sangat potensial. Memasuki tahun 2025, harga kembali melonjak hingga mencapai Rp10.000 per kilogram, memberikan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, pada tahun 2026, harga porang kembali meningkat menjadi sekitar Rp11.000 per kilogram, menjadi kabar menggembirakan bagi seluruh petani porang di Desa Bumi Pajo.
Keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat dari kenaikan harga, tetapi juga dari hasil panen yang terus meningkat. Pada tahun ini, Mansyur M. Saleh telah berhasil menjual sekitar 6 ton umbi porang dengan harga yang bervariasi sesuai kualitas dan waktu penjualan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kesabaran, konsistensi, dan manajemen budidaya yang baik mampu menghasilkan keuntungan yang menjanjikan bagi petani.
Sebagai anggota Kelompok Tani Porang (KTP Bumi Pajo), Mansyur M. Saleh dikenal aktif berbagi pengalaman kepada anggota lain. Beliau selalu mendorong petani agar tidak mudah tergiur keuntungan instan, melainkan membangun usaha secara bertahap dengan menjaga kualitas tanaman. Baginya, keberhasilan kelompok lebih penting daripada keberhasilan individu, karena kemajuan porang di Desa Bumi Pajo hanya dapat dicapai melalui kerja sama, saling percaya, dan semangat gotong royong.
Kini, di usianya yang telah memasuki lebih dari enam dekade, Mansyur M. Saleh tetap menjadi teladan bagi generasi petani muda. Semangatnya dalam merintis budidaya porang sejak tahun 2021 hingga menikmati hasil yang terus meningkat membuktikan bahwa keberhasilan adalah buah dari kesabaran dan ketekunan. Sosok beliau menjadi inspirasi bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal untuk terus berkarya, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mewariskan semangat bertani yang produktif demi kemajuan Kelompok Tani Porang (KTP Bumi Pajo) dan Desa Bumi Pajo.











