Beranda / Artikel / Masa Tanam Porang pada Awal Musim Hujan Jadi Kunci Panen Melimpah, Petani Bumi Pajo Diminta Pahami Karakter Tanaman

Masa Tanam Porang pada Awal Musim Hujan Jadi Kunci Panen Melimpah, Petani Bumi Pajo Diminta Pahami Karakter Tanaman

“Awal musim hujan merupakan waktu terbaik untuk menanam porang. Pada saat itu kelembapan tanah mulai stabil sehingga bibit dapat membentuk akar dengan cepat. Jika ditanam pada waktu yang tepat, tingkat keberhasilan tumbuh jauh lebih tinggi,” ujar Sugiyanto.

Secara umum, masa tanam porang yang paling ideal berada pada bulan Oktober hingga Desember, atau ketika hujan mulai turun secara merata. Curah hujan yang cukup membuat tanah tetap lembap sehingga tanaman tidak mengalami kekurangan air pada fase awal pertumbuhan. Setelah memasuki musim kemarau, porang akan memasuki fase dorman. Daun dan batang akan mengering secara alami, sementara umbi tetap hidup di dalam tanah hingga musim hujan berikutnya.

Porang memiliki ciri fisik yang mudah dikenali. Tanaman ini hanya memiliki satu batang semu berwarna hijau dengan bercak putih yang bercabang menyerupai payung. Daunnya lebar dan rimbun, sedangkan pada setiap percabangan biasanya tumbuh katak (bulbil) yang dapat dijadikan bibit. Umbinya berbentuk bulat agak pipih dengan kulit berwarna cokelat kehitaman. Berbeda dengan tanaman umbi lainnya, porang tidak dipanen setiap musim karena ukuran umbi akan terus bertambah setiap tahun apabila dibiarkan tumbuh.

Selain mengenali cirinya, petani juga perlu memahami syarat hidup tanaman porang. Tanaman ini tumbuh optimal pada tanah yang gembur, kaya bahan organik, memiliki pH sekitar 6 hingga 7, serta tidak tergenang air. Suhu ideal berkisar 25–35 derajat Celsius dengan kelembapan udara yang cukup tinggi. Porang juga menyukai lokasi yang teduh dengan intensitas cahaya sekitar 40–60 persen, sehingga sangat cocok ditanam di bawah tegakan pohon jati, mahoni, sengon, maupun tanaman tahunan lainnya.

Menurut Sugiyanto, salah satu keunggulan porang adalah fleksibilitasnya terhadap sistem pertanian masyarakat Donggo yang selama ini masih didominasi oleh tanaman jagung.

Halaman: 1 2 3

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *