Secara ekonomi, porang memberikan prospek keuntungan yang sangat menjanjikan. Nilai jual umbi yang tinggi mampu menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar dibandingkan banyak tanaman musiman apabila dikelola dengan baik. Selain itu, tanaman ini dapat dipanen setelah beberapa tahun sehingga berfungsi layaknya tabungan hidup. Semakin lama umbi berkembang di dalam tanah, semakin besar pula bobot dan nilai jualnya.
Bagi masyarakat Desa Bumi Pajo, porang bukan sekadar tanaman baru, melainkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Banyak petani mulai menyadari bahwa diversifikasi usaha tani menjadi langkah penting menghadapi fluktuasi harga komoditas pertanian. Dengan tetap menanam jagung sebagai sumber pendapatan tahunan dan porang sebagai investasi jangka menengah, petani memiliki dua sumber penghasilan yang saling melengkapi.
Kehadiran Kelompok Tani Porang Bumi Pajo juga menjadi motor penggerak dalam pengembangan komoditas ini. Melalui berbagai kegiatan pelatihan, pendampingan budidaya, penyediaan bibit, hingga pembangunan jaringan pemasaran, kelompok tani terus mendorong anggotanya agar mampu menghasilkan porang berkualitas tinggi yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Ke depan, Desa Bumi Pajo memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra porang unggulan di Kabupaten Bima. Dukungan kondisi alam, semangat petani, serta meningkatnya permintaan pasar menjadi modal utama untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, porang diyakini mampu menjadi komoditas strategis yang tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian desa.










